Hiu Aneh Terekam Video

hiu_rumbai1.jpg

Tokyo, Rabu. Seekor hiu langka yang memiliki bentuk tubuh seperti belut dan tidak seperti hiu pada umumnya berhasil direkam seorang staf di sebuah taman laut Jepang beberapa waktu lalu. Rekaman videonya dalam keadaan hidup tergolong sangat jarang karena hiu jenis ini umumnya hanya menjelajahi wilayah perairan yang tidak terjangkau penyelam di kedalaman 600 m hingga 1000 m.

Hiu aneh sepanjang 1,6 meter yang mulutnya penuh gigi tajam dan panjang. pertama kali dilaporkan nelayan lokal berada di sekitar pelabuhan pada hari Minggu (21/1). Informasi tersebut kemudian disampaikan ke Taman Laut Awashima di Shizouka, Tokyo bagian selatan. Saat ditemukan dan direkam staf taman laut, hiu tersebut dalam kondisi yang mengenaskan meski masih kuat berenang dan membuka rahangnya. Begitu tertangkap, dapat dipastikan bahwa ia jenis hiu rumbai (Chlamydoselachus anguineus) yang terkenal sebagai fosil hidup karena saking primitifnya dengan struktur tubuh yang nyaris tidak berubah sejak zaman prasejarah. “Kami kira ia mendekati permukaan laut karena sakit atau alasan lain yang menyebabkannya terbawa ke perairan dangkal sehingg lemah,” ujar salah seorang staf taman laut. Karena kondisi tubuhnya semakin memburuk, hiu rumbai tersebut mati beberapa jam setelah ditangkap. Hiu rumbai yang memangsa hiu lain dan hewan laut lainnya sebenarnya beberapa kali dilaporkan tertangkap jaring nelayan tapi jarang terlihat dalam keadaan hidup-hidup


Indonesia Go Open Source

Indonesia Go Open Source ! (IGOS)

Suatu upaya nasional dalam rangka memperkuat sistem teknologi informasi nasional serta pemanfaatan perkembangan teknologi informasi global melalui pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software (OSS).

Tujuan

1.Memperkecil kesenjangan teknologi informasi dengan memanfaatkan OSS baik tingkatan masyarakat di Indonesia maupun tingkatan global.

2. Meningkatkan inovasi/kreatifitas pengembang perangkat lunak nasional.

3. Mendorong, meningkatkan dan menciptakan program-program pemerintah bidang teknologi informasi skala nasional yang berdampak pada :

  • politis (percepatan program e-development)
  • ekonomi (penghematan devisa dalam pengadaan lisensi, stimulasi pengembangan industri Teknologi Informasi, peningkatan industri software dalam negeri);
  • sosial dan budaya (peningkatan jumlah pengguna komputer, pelatihan, akses informasi);
  • pendidikan (iptek; e-learning; e-library);
  • hankamnas (pertukaran informasi/traffcking lebih terlindungi).

Latar Belakang

  • Salah satu isue global tentang Information Communication and Technology(ICT) adalah OSS.
  • Berlakunya undang-undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) serta mengatasi meningkatnya pembajakan perangkat lunak.
  • Adanya kesenjangan teknologi informasi antara negara berkembang dengan negara maju :
  1. Kesepakatan World Summit on the Information Society (WSIS), Desember 2003 – pemerintah bersama swasta bekerja sama dalam pengembangan OSS dan free software;

2. Hasil kajian The United Nation Conference on Trade Development (UNCTAD) tahun 2003 – negara berkembang direkomendasikan untuk mengadopsi Free OSS.

Strategi

  • Dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan dengan tetap pada orientasi pada pencapaian target.
  • Pemerintah berperan sebagai suri-tauladan : instansi pemerintah sebagai pengguna OSS.
  • Pendekatan yang tidak berpihak (netral) : tidak ada pemihakan antara OSS dengan sistem perangkat lunak lainnya.

Open Source Software (OSS)

Perangkat lunak yang dikembangkan secara bersama-sama, menggunakan kode program yang tersedia secara bebas, serta dapat didistribusikan.

  • Perangkat lunak dapat didistribusikan bebas disertai kode program. Dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut secara bebas.
  • Tidak ada perbedaan lisensi perorangan dan kelompok.
  • Dapat berupa OSS pada Operating System (Linux) atau aplikasi lainnya

Manfaat

Masyarakat Pengguna:

  • Memberikan elternatif pilihan perangkat lunak desktop yang murah.
  • Meningkatkan pengetahuan masysrakat tentang teknologi informasi.
  • Memperkecil kesenjangan teknologi informasi.
  • Meningkatkan akses informasi masyarakat.
  • Meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi informasi (kreativitas tidak dibatasi oleh software yang ada).

Pemerintah:

  • Memperkecil biaya pembelian perangkat lunak (khususnya pengguna sistem operasi desktop dan jaringan).
  • Menghemat devisa dalam pengadaan perangkat lunak.
  • Menumbuhkan industri perangkat lunak dalam negeri sehingga dapat meningkatkan inovasi bidang teknologi informasi.
  • Memberi peluang untuk pengembangan perankat lunak dalam permasalahan lokal spesifik.
  • Perusahan/institusi dapat lebih mengetahui business processdengan cara improvement/modifikasi.
  • Mengurangi permasalahan intellectual property right.
  • Mempromosikan kompetisi bidang teknologi informasi.
  • Meningkatkan keterbukaan dan faktor keamanan sistem.

Industri pengembang :

  • Meningkatkan pengembangan industri perangkat lunak nasional.
  • Biaya rendah dalam memasuki industri perangkat lunak.
  • Mengembangkan kemampuan sumber daya manusia bidang teknologi informasi.
  • Pemindahan paradigma dari “IT import” ke “IT export”.

Cumi-Cumi Raksasa ditangkap



TOKYO, Senin 12 Februari 2007

Untuk pertama kalinya, seekor cumi-cumi raksasa (Architeuthis) berhasil ditangkap hidup-hidup dan sempat direkam aktivitasnya. Hewan sepanjang 7 meter itu ditangkap di dekat Pulau Chachijima yang berada sekitar 1000 kilometer sebelah tenggara Tokyo, Jepang awal bulan Desember.cumi_raksasa1.jpg

        Sejak bulan September, para peneliti dari Departemen Zoologi, Museum Sains Nasional Jepang telah memulai mencari jejak cumi-cumi raksasa dengan mengikuti predatornya, yakni paus sperma. Selama September hingga Desember, paus sperma memang bergerak di sekitar Kepulauan Ogasawara untuk mencari sumber makanan.

 

                Untuk memancingnya keluar, para peneliti menggunakan cumi-cumi kecil yang dikaitkan di ujung kail. Para peneliti yang dipimpin Tsunemi Kubodera akhirnya mendapatkan seekor cumi-cumi raksasa yang berwarna coklat kekuningan dan berhasil merekamnya sejak muncul ke permukaan hingga diangkat ke atas kapal pada 4 Desember.

 

                Kubodera mengatakan, hewan tersebut sempat melakukan perlawanan sehingga sulit dibawa ke atas kapal. Bahkan karena luka-luka yang dialaminya selama ditangkap membuatnya tidak bertahan hidup beberapa lama kemudian.

 

            Ia mungkin termasuk cumi-cumi raksasa yang masih muda. Pasalnya, sebagai hewan tak bertulang belakang terbesar, cumi-cumi raksasa dewasa bisa tumbuh mencapai 18 meter. Namun, karena hidupnya terpencil hingga ratusan meter di dasar laut, keberadaannya di alam masih belum banyak dipelajari.

 

                “Tidak seorang pun pernah melihatnya langsung dalam keadaan hidup kecuali para nelayan,” ujar Kubodera saat menunjukkan rekamannya Jumat (22/12). Ia mengatakan, ini mungkin rekaman video pertama cumi-cumi raksasa hidup yang pernah dibuat.

 

                Cumi-cumi raksasa lebih banyak dikenal sebagai mitos sebagai penyerang yang memiliki tentakel beracun. Tim peneliti Jepang telah memulai ekspedisi untuk memburu cumi-cumi raksasa sejak tiga tahun lalu. Mereka berhasil membuat foto pertama cumi-cumi yang hidup di dasar laut menggunakan kamera bawah laut pada 2005.

 

                Dari foto-foto tersebut, para peneliti bisa lebih memahami bahwa cumi-cumi raksasa bergerak lebih lincah dari dugaan semula. Mereka juga memanfaatkan tentakelnya sejak awal untuk menangkap mangsanya.

 

                “Sekarang kami tahun di mana harus menangkapnya, kami yakin dapat mempelajarinya lebih banyak lagi ke depan,” ujar Kubodera.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.